Ekonomi

Kunker ke NTT, Presiden RI Jokowi Resmikan Holding Pelindo di Labuan Bajo

Kamis, 14 Oktober 2021 - 23:47
Kunker ke NTT, Presiden RI Jokowi Resmikan Holding Pelindo di Labuan Bajo Presiden RI Jokowi saat meresmikan penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, Kamis (14/10/2021)

TIMES SITUBONDO, LABUHAN BAJOPresiden RI Jokowi (Joko Widodo) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tepatnya di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada Kamis (14/10/2021). 

Kunjungan Jokowi ke ujung barat pulau Flores tersebut, dalam rangka untuk meresmikan penggabungan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan sejumlah infrastruktur seperti Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, penataan kawasan Puncak Waringin, dan Goa Batu Cermin. 

Ikut mendampingi Presiden dan Ibu Negara dalam penerbangan diantaranya adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin.

Presiden RI Jokowi 8

Saat meresmikan penggabungan PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, Presiden mengaku telah menantikan penggabungan keempat BUMN tersebut sejak tujuh tahun lalu.

"Tujuh tahun lalu, saya sudah perintahkan saat itu ke Menteri BUMN, ke seluruh Direktur Utama Pelindo I, II, III, dan IV untuk segera meng-holding-kan Pelindo. Saya tunggu-tunggu tujuh tahun ini tidak terealisasi," ungkapnya saat meresmikan penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, Kamis (14/10/2021).

Penggabungan empat perusahaan pelat merah di bidang kepelabuhan menjadi PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo akan menurunkan biaya logistik. "Artinya daya saing kita, competitiveness kita, akan menjadi lebih baik,” imbuh Jokowi.

Presiden RI Jokowi 9

Jokowi mengatakan, selama ini biaya logistik Indonesia masih cukup mahal yaitu sebesar 23 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Menurut dia, angka tersebut jauh tertinggal dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga yang berada di kisaran 12 persen. “Ada yang tidak efisien di negara kita,” katanya.

Sebelumnya, perusahaan pelat merah di bidang kepelabuhan terdiri dari Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV yang masing-masing menjadi operator pelabuhan di wilayah yang berbeda. Pengelolaan dilakukan secara terpisah dianggap memengaruhi pelayanan di bidang kepelabuhan. Ini disebabkan oleh kapabilitas masing-masing Pelindo berbeda-beda baik dari sisi keuangan, sumber daya manusia, maupun pengalaman. Akhirnya, sistem logistik nasional di bidang pelabuhan tidak efisien.

Presiden RI Jokowi 10

Tapi kini, setelah diresmikan Presiden RI Jokowi, empat perusahaan pelabuhan itu sudah melebur menjadi PT Pelindo melalui Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2021 yang ditandatangani pada 1 Oktober 2021 lalu. (*)

Pewarta : Ahmad Tulung
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Situbondo just now

Welcome to TIMES Situbondo

TIMES Situbondo is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.