https://situbondo.times.co.id/
Berita

Pemkab Situbondo Mengaku Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU 2026

Minggu, 04 Januari 2026 - 20:45
Pemkab Situbondo Mengaku Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU 2026 Bupati Situbondo, Yusuf Rio Prayogo, saat mengikuti kegiatan Napak Tilas Sejarah NU. (FOTO: Dokumentasi TIMES Indonesia)

TIMES SITUBONDO, SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten Situbondo (Pemkab Situbondo) menyatakan kesiapan penuh apabila dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang direncanakan berlangsung pada tahun ini.

Kesiapan tersebut, ditegaskan langsung oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Prayogo, saat mengikuti kegiatan Napak Tilas Sejarah NU.

Kegiatan tersebut, diikuti bersama Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR Azaim Ibrahimy. Rangkaian napak tilas dilakukan dengan menelusuri sejumlah situs bersejarah NU, mulai dari Bangkalan, Surabaya, hingga Jombang.

Bupati yang akrab Mas Rio itu, menyampaikan bahwa Situbondo memiliki keterkaitan sejarah yang kuat dengan lahirnya NU. Salah satu peran penting tersebut, berasal dari ulama besar asal Situbondo, KHR As’ad Syamsul Arifin, yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Napak tilas ini bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat akan sejarah penting berdirinya NU,” ujar Mas Rio usai berziarah ke Makam Sunan Ampel di Surabaya, Minggu (4/12/2026).

Mas Rio menjelaskan, dalam perjalanan sejarah NU, KHR As’ad Syamsul Arifin, mendapat amanah dari gurunya, Syaikhona Kholil Bangkalan, untuk menyampaikan tongkat dan tasbih kepada, KH Hasyim Asy’ari. Amanah tersebut, kemudian dimaknai sebagai isyarat lahirnya Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Lebih lanjut, Mas Rio berharap dinamika yang terjadi di internal Pengurus Besar (PB) NU, dapat segera terselesaikan dengan baik. Dengan begitu, pelaksanaan Muktamar NU ke-35 dapat berlangsung lancar dan membawa kemaslahatan bagi umat.

Terkait kesiapan Situbondo sebagai tuan rumah, Mas Rio menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama para kiai dan pondok pesantren siap memberikan dukungan penuh. Mengingat Situbondo memiliki pengalaman menjadi tuan rumah Muktamar NU pada 1984.

“Kami sangat siap. Situbondo pernah menjadi tuan rumah Muktamar NU di tengah dinamika internal organisasi. Justru dalam suasana seperti itu, Situbondo bisa menjadi tempat yang tenang dan kondusif,” ujarnya.

Mas Rio menambahkan, aspek keamanan dan kenyamanan peserta telah menjadi perhatian serius. Bahkan, sejumlah kiai dan pengasuh pondok pesantren menyatakan kesiapan untuk membantu menyediakan akomodasi bagi peserta muktamar.

“Soal keamanan, Insyaallah sangat siap. Bahkan ada inisiatif dari pondok pesantren untuk menanggung penampungan peserta. Ini bentuk kesiapan dan khidmat Situbondo untuk NU,” tegasnya.

Sebagai informasi, kegiatan Napak Tilas Sejarah NU dimulai dari Pondok Pesantren Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Sunan Ampel di Surabaya hingga berakhir di Makam KH Hasyim Asy’ari di Jombang. (*)

Pewarta : Fathullah Uday
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Situbondo just now

Welcome to TIMES Situbondo

TIMES Situbondo is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.