Berita

[CEK FAKTA] Lebih dari 48 Ribu Orang Meninggal dalam 14 Hari Setelah Divaksin Covid-19

Jumat, 15 Oktober 2021 - 16:22
[CEK FAKTA] Lebih dari 48 Ribu Orang Meninggal dalam 14 Hari Setelah Divaksin Covid-19 Sebuah narasi yang menyebut bahwa 48.000 orang telah meninggal dalam 14 hari setelah menerima vaksin Covid-19.

TIMES SITUBONDO, JAKARTA – Beredar informasi di media sosial lebih dari 48.000 orang telah meninggal dalam 14 hari setelah menerima vaksin Covid-19. Informasi tersebut dibagikan di Twitter oleh akun @EmeraldRobinson pada 7 Oktober 2021. 

Selain klaim tersebut, pengguna akun @EmeraldRobinson juga mengunggah gambar disertai link rumble.com. Gambar berupa tabel tersebut bertuliskan "Data CMS Kematian Vaksin Covid". 

Berikut narasi yang dibagikan pengguna akun @EmeraldRobinson:
According to attorney Thomas Renz, a whistleblower with access to Medicare data has confirmed that over 48,000 people have died within 14 days of getting the COVID vaccines.

Terjemahan:
Menurut pengacara Thomas Renz, seorang pelapor dengan akses ke data Medicare telah mengkonfirmasi bahwa lebih dari 48.000 orang telah meninggal dalam 14 hari setelah mendapatkan vaksin COVID.

Sumber: Twitter (https://twitter.com/EmeraldRobinson/status/1446108843910574083)

CEK FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, klaim bahwa lebih dari 48.000 orang meninggal dalam 14 hari setelah divaksin Covid-19, salah. Kami menelusuri kebenaran informasi tersebut, dengan menggunakan mesin pencari. 

Mengutip reuters.com, seorang juru bicara CMS (The Centers for Medicare & Medicaid Services) menyampaikan kepada Reuters melalui email bahwa CMS tidak memiliki sistem pelacakan Medicare (Medicare Tracking System). Juru bicara itu juga menyatakan CMS belum melakukan analisis untuk melacak kematian penerima vaksin sehubungan dengan waktu vaksinasi Covid-19.

Situs web data CMS (data.cms.gov/) menampilkan data Covid-19 Nursing Home (Rumah Perawatan Covid-19) dan data Medicare COVID-19 Cases & Hospitalizations (Kasus & Rawat Inap Medicare Covid-19). Namun dalam situs tidak ada data kematian akibat Covid-19 setelah divaksin.

Ada data yang tersedia untuk "Medicare Deaths". Namun data terbaru yang tersedia tahun 2019. Asal angka kematian 48.465 orang itu tidak jelas. 

Centers for Disease Control (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat menjelaskan di laman resminya bahwa Sistem Pelaporan Kejadian Buruk Vaksin (VAERS/ the Vaccine Adverse Event Reporting System) menerima 8.390 laporan kematian (0,0021%) di antara individu yang divaksinasi untuk Covid-19 antara 14 Desember 2020 hingga 4 Oktober 2021. Laporan tersebut tidak dianggap kausal oleh CDC.

Perihal Thomas Renz yang disebutkan dalam klaim tersebut, tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters. Sebelumnya ia pernah membagikan informasi yang ditemukan palsu oleh sejumlah pemeriksa fakta, seperti  snopes.com (Did 45K People Die Within 3 Days of Getting COVID Vaccine? | Snopes), dan USA Today (Fact check: There is no evidence 45,000 people died from vaccine-related complications | USA Today).

cek fakta Meninggal dalam 14 Hari Setelah Divaksin 2Sumber: Fact Check-No evidence over 48,000 people died within 14 days of receiving COVID-19 vaccine | REUTERS

KESIMPULAN

Menurut penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia,  klaim bahwa lebih dari 48.000 orang telah meninggal dalam 14 hari setelah menerima vaksin Covid-19 adalah salah. Tidak ada data kematian di Medicare (CMS) sebagaimana disebut pada klaim. Pihak Medicare menegaskan tidak memiliki sistem pelacakan kematian penerima vaksin.

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut termasuk dalam kategori manipulated content (konten manipulasi). Manipulated content atau konten manipulasi biasanya berisi hasil editan dari informasi yang pernah diterbitkan media-media besar dan kredibel. Gampangnya, konten jenis ini dibentuk dengan cara mengedit konten yang sudah ada dengan tujuan untuk mengecoh publik.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 23 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: redaksi.timesmedia@gmail.com atau redaksi@timesindonesia.co.id (*)

Pewarta : Imadudin Muhammad
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Situbondo just now

Welcome to TIMES Situbondo

TIMES Situbondo is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.